Discussions

Kamis, 15 Desember 2016

Oleh-oleh Anyaman Desa Beleka


Desa Beleka Lombok merupakan desa sentra industri yang tertua dan terbesar di Pulau Lombok. Kerajinan yang dihasilkan oleh desa ini adalah pernak-pernik anyaman. Hampir semua penduduknya bermata-pencaharian sebagai pengerajin anyaman. Tak hanya hasil kerajinan mereka sendiri yang dikerjakan, namun penduduk setempat juga membantu menyelesaikan hasil kerajinan (setengah jadi) dari desa lain. Misalnya Desa Penunjak yang terkenal dengan kerajinan tembikarnya.

Jauh sebelum Pulau Lombok dikenal di dunia pariwisata, kerajinan tangan sudah menjadi budaya dan tradisi di Desa Beleka Lombok ini. Akhirnya semenjak 25 tahun yang lalu, hasil anyaman Desa Beleka mulai dikenal dan dipasarkan, dari wilayah lokal menjalar sampai ke internasional. Jika Anda tertarik dengan sebuah souvenir anyaman yang Anda temui di Kota Makasar, Anda bisa singgah sebentar ke Desa Beleka.
Di desa ini, Anda bisa menyaksikan tangan-tangan yang cekatan menganyam rotan. Anda bisa mengamati proses pembuatannya sampai menjadi sebuah souvenir yang berkualitas. Jika tertarik, Anda juga bisa mempelajari dan ikut membuat anyaman seperti para pengerajin tersebut. Siapa sangka ternyata Anda juga berbakat, sehingga Anda bisa membawa oleh-oleh berupa buah karya tangan Anda sendiri.

Jika Anda ingin sekedar melihat-lihat dan berbelanja, Anda bisa mengunjungi Art Shop dan showroom milik Bapak H. Syukron yang terletak tepat di depan SDN Beleka I. Di galeri tersebut, Anda bisa menemui sebagian besar produk anyaman Desa Beleka yang dibuat oleh para pengerajin. Mayoritas hasil anyaman dikumpulkan dan dijual di sini. Anda juga bisa membeli hasil kerajinan tersebut untuk oleh-oleh.

Hasil kerajinan anyaman yang dibuat di Desa Beleka Lombok ini juga bermacam-macam. Seperti pelaratan rumah tangga, hiasan dinding, pernak-pernik dekorasi, dan lain sebagainya yang sebagian besar berbahan dasar Ketak (sejenis Mendong) dan Rotan. Harga yang ditawarkan juga bervariatif dan relatif murah, tergantung dari ukuran dan tingkat kesulitan dalam pembuatannya. Misalnya, Anda bisa membawa pulang sebuah vas bunga atau piring buah dengan harga Rp. 15.000,- hingga Rp. 30.000,- per buah.

Salah satu hasil kerajinan yang menjadi andalan Desa Beleka Lombok ini adalah Cupu. Benda yang satu ini memiliki kaitan sejarah dan budaya masyarakat setempat, yang berpengaruh besar terhadap perkembangan kerajinan anyaman Desa Beleka ini.

Cupu adalah sebuah wadah yang berbentuk bulat, yang biasanya digunakan sebagai tempat tembakau dalam upacara Bendulang. Nama tersebut diambil  dari bahasa Sasak yang berarti bundar atau bulat. Dari Cupu yang sederhana ini, kemudian muncul ratusan bahkan ribuan varian. Jadi Anda jangan heran jika menemui sebagian besar hasil anyaman yang berbentuk bulat.

Selain itu Anda juga bisa menemukan Gandek, sebuah tas tradisional khas Pulau Lombok. Tas ini terbuat dari anyaman kulit bambu dengan kayu yang diukir pada bagian tutup dan dasarnya. Seperti halnya tas-tas modern, Gandek juga digunakan untuk menyimpan barang-barang pribadi. Bagi kaum pria Suku Sasak, Gandek dipakai ketika bekerja atau ketika bepergian. Selain itu Anda juga akan menemui hasil kerajinan yang lain seperti kerajinan kayu, Pameje (pisau pendek khas Pulau Lombok), keris, serta kerajinan tempurung kelapa.

Kawasan sentra kerajinan anyaman Desa Beleka terletak sekitar 57 Kilometer dari Kota Mataram. Anda bisa mengunjunginya dengan mengginakan kendaraan pribadi. Anda bisa mengambil rute Cakranegara-Kediri-Praya-Batunyala-Mujur-Desa Ganti. Kemudian sekitar 1,5 Kilometer dari Desa Ganti, Anda akan sampai ke Desa Beleka Lombok.

Sumber: lombokindonesia

Rabu, 14 Desember 2016

Pendidikan Kerajinan Anyaman Bambu di Kab. Lombok Timur NTB Oleh Disperindag


Anyaman bambu atau kerajinan anyaman dari bambu merupakan salah satu jenis dari berbagai macam hasta karya yang anda di Indonesia. Di tambah lagi iklim tropis yang ada di Indonesia sangat mendukung perkembangan tanaman bambu yang. Sehingga ketersedian bahan baku untuk membuat anyaman dari bambu sangat melimpah. selain digunakan sebagai anyaman bambu juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan alat-alat rumah tangga. Tapi bambu paling banyak dimanfaatkan sebagai anyaman. Anyaman bisa dibuat dari bahan yang hemat tapi bisa menghasilkan berbagai kerajinan tangan yang memiliki banyak manfaat dan juga nilai ekonomis yang tinggi.

Untuk mendukung kegiatan tersebut dan sehubungan dengan program kerja tahun 2016, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar berencana melaksanakan kegiatan pendidikan kerajinan Anyaman Bambu di Kab. Lombok Timur Prov. Nusa Tenggara Barat. Dalam hal ini Disperindag Kab. Banjar sebagai fasilitator dan sebagai wadah untuk membantu pengrajin dalam mengembangkan kreatifitasnya. Kegiatan tersebut akan di ikuti 9 peserta terdiri dari 4 orang pengrajin, 2 orang pendamping, dan 3 orang monitoring.

Pendidikan kerajinanan ini dirarapkan akan lebih menambah wawasan dan mengembangkan kreatifitas pengrajin dalam kerajinan anyaman bambu yang memiliki nilai estetika dan juga nilai jual yang tinggi.

Sumber: banjarkab

Jumat, 09 Desember 2016

Pengrajin Rotan asal Sumbawa Barat yang Sukses Bertahan


Pak Ali, demikian nama panggilan akrabnya. Sosok pengrajin rotan asal Sumbawa Barat yang boleh dikatakan “tersisa” dari sedikit, karena mulai hilangnya pengrajin-pengrajin rotan lain dari Sumbawa Barat yang beraktifitas menjadi pengrajin.

Pak Ali masih terus membuat kerajinan dari rotan, bidang kerajinan yang sudah ditekuninya sejak masa kecil. Berbagai kreasi kerajinan seperti ayunan bayi, vas bunga, tempat sampah, kursi lantai dan beberapa lagi masih terus diproduksi olehnya memenuhi kebutuhan pelanggan. Kepandaian membuat kerajinan didapatkannya secara otodidak dan turun menurun dari keluarganya, terutama dari sang ayah. Hanya dengan melihat gambar, Pak Ali bisa membuat kerajinan rotan sesuai dengan gambar yang ditunjukkannya.

“Setelah bahan siap, rotan lantas direndam beberapa menit. Ini dilakukan agar pada saat dilekukkan rotan tidak patah. Setelah itu rotan mulai dibentuk. Satu persatu rotan dilekukkan sesuai keinginan hingga selesai. Setelah jadi, kerajinan akan dikompor untuk menghilangkan barangkali ada rotan-rotan kecil yang akan mengganggu keindahan kerajinan. Kemudian kerajian diamplas agar kesannya lebih halus. Langkah berikutnya memberi lem, agar antara rotan yang satu dengan yang lain tidak meregang. Memasuki tahap finishing, kerajinan diplitur,” jelasnya mengenai proses pembuatan kerajinan rotan.

Sebelum 1985, pak Bolang-Ayah pak Ali-adalah seorang pandai besi. Menurut cerita pak Ali, usaha pak Bolang cukup sukses. Banyak pesanan dari segala penjuru Sumbawa. Namun sejak 1985, pak Bolang beralih profesi menjadi pengrajin rotan. Keputusan ini terbilang tepat. Ternyata tidak hanya berdampak baik terhadap perekonomian keluarga pak Bolang, tetapi juga terhadap warga di sekitar pak Bolang. Mereka ikut pula membuat usaha kerjinan rotan. Namun entah dengan alasan apa, sekarang hanya kerajinan pak Ali saja yang masih bertahan.

Pak Ali sendiri tidak tahu, dari mana ayahnya mendapat keterampilan tersebut. Pokoknya, seingat pak Ali, semenjak duduk dibangku sekolah menengah pertama, ia sudah bergelut dengan rotan hingga sekarang.

Pengalamannya melakukan magang di Cirebon, Kebumen hingga Jogjakarta telah membantunya dalam meningkatkan kemampuan dan wawasan. Hasilnya, banyak produk kerajinannya mulai banyak dikirim keluar di berbagai daerah, seperti Lombok, Bima, dan Sumbawa. Namun permintaan dari lokal wilayahnya juga semakin meningkat, terutama saat menjelang lebaran.

Pak Ali juga bersedia untuk berbagi ilmu pengetahuan tentang kerajinan rotan. Kepada siapapun yang ingin belajar tentang kerajinan rotan, Pak Ali siap membagikan ilmu dan pengetahuannya. Keinginannya agar pengrajin rotan di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat bertambah sehingga bisa meningkatkan ekonomi daerahnya.

Sumber: www.kerajinan.id

Selasa, 06 Desember 2016

Kerajinan Sarung Khas Sumbawa (Kre' Sesek)


Sarung khas Sumbawa yaitu sarung tenun (Kre’ Sesek) yang di buat lansung oleh masyarakat sumbawa, kre’ sesek ini terbuat dari berbagai macam jenis benang dan juga sarung ini mendapatkan kehangatan khusus di bandingkan dengan sarung biasa.

Di tana samawa saat ini masi ada peninggalan atau pewaris pada zaman kerajaan Sumbawa, salah satunya yaitu pembuatan Kre’ Sesek (sarung tenun) asli Sumbawa yang dibuat oleh masyarakat Sumbawa. pada zaman kerajaan dulu, di istana dalam loka pun ada ruangan atau tempat khusus untuk pembuatan kre’ sesek,  kre’ sesek ini juga di gunakan sebagai salah satu pakaian adat Sumbawa.

Sampai saat ini, masih ada pewaris atau penerus pembuatan kre’ sesek Sumbawa, yang tempatnya di Desa Moyo, Desa Lengas, Desa Poto. Kre’ Sesek banyak orang yang mencarinya khususnya orang-orang seniman dan juga para wisatawan yang berkunjung ke pulau Sumbawa.

Bagi Bapak/Ibu yang ingin memiliki sarung tenun atau kre’sesek asli Sumbawa lansung saja menuju ketempat pembuatannya. Dan juga Bapak/Ibu dapat memesan sarung tenun (kre’ sesek) Sumbawa sesuai dengan motif yang anda inginkan.

Sumber: sumbawapost.blogspot.co.id

Senin, 05 Desember 2016

Baiq Ratu Ganefi Boyong Pengusaha Pengrajin NTB Kegedung DPD/MPR RI


Dalam rangka promosi Nusa Tenggara Barat, anggota DPD RI, Baiq Diah Ratu Ganefi, SH memboyong para pengusaha pengrajin dari NTB untuk mengadakan pameran mini di gedung MPR/DPR/DPD RI Senayan Jakarta.

Menurut Baiq Diah Ratu Ganefi, Pameran ini dilakukan untuk mempromosikan pariwisata dan produk unggulan daerah NTB,” Saya mengajak teman teman pengusaha pengrajin dari NTB yang tergabung dalam Asosiasi Exportir Dan Produsen Handicraft ( ASEPHI) Indonesia, NTB guna untuk mempromosikan berbagai kerajinan masyarakat lokal NTB ke semua tokoh tokon Nasional di Indonesia.” ucapnya di Gedung DPD RI, Kamis (16/4).

Lanjut, Baiq Ratu Ganefi, Pameran ini sangat menjadi perhatian semua para anggota DPD bahkan para Mentri negara bahkan beberapa Duta besar negara sahabat yang datang ke gedung DPD RI ini.

Selain itu, Ratu Ganefi juga mengatakan, berbagai respon anggota senator dari berbagai Provinsi muncul ingin mengikuti langkah yang saya lakukan ini. ” saya sangat bangga produk produk NTB ternyata sangat diminati orang banyak, dan terlihat banyak yang sudah belanja di pameran yang kita adakan ini. bahkan banyak senator dari daerah lain yang ingin mengikuti langkah yang saya lakukan ini.” Ucapnya.

Produk produk yang di pamerkan itu seperti kain tenun, kalung Mutiara, Tas tenun NTB, bahkan ada juga batu Cincin dari NTB.

Menyinggung soal kompetensi produk kerajinan NTB dengan daerah lain di Indonesi , Ratu Baiq Ganefi mengatakan tidak kalah saing, ” Sebenarnya Produk NTB sudah cukup bersaing, namun tetap masih harus ditingkatkan seperti tentang desain, inovasi, memainkan trend warna dan kemasan yang selalu diubah (berganti dan bervariasi) agar menjadi trigger kepada pembeli.” Ucapnya.

Sehingga kedepan untuk menjadikan produk NTB ini agar benar benar menjadi trend dunia, maka penting kita melakukan pendekatan kepada market market besar di semua negara.

Selain itu, Baiq Juga berharap kepada Pemerintah Daerah agar kerja sama dengan semua TKI, jika penting dijadikan Duta Wisata dan Produk NTB.” tutupnya.

Sumber: sumbawanews

Sabtu, 03 Desember 2016

IKM Batik Sasambo NTB Dapat Penghargaan


Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional Tanggal 2 Oktober 2013, Yayasan Batik Indonesia memberikan penghargaan kepada pengrajin IKM Batik atau seseorang yang telah berjasa sebagai pelopor atau penggagas dalam pengembangan dan pelestarian baik di daerah.

Ada 5 Provinsi yang mendapat penghargaan yaitu Bapak Samsir dari IKM Tareq Angen Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB, Provinsi Jayapura-Papua, Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawsi Tenggara, Provinsi Kalimantan Timur dan DKI Jakarta.

Penghargaan diserahkan oleh Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia, pada hari Rabu 2 Oktober 2013 di Jakarta.

NTB mulai mengembangkan kerajinan Batik sejak tahun 2010, launching produk perdana batik yang dikenal dengan motif bermotif Sasak, Samawa, Mbojo (Sasambo) pada tanggal 10 April 2010 di SMK Negeri 5 Mataram oleh Wakil Gubernur, kemudian ditindak lanjuti dengan penandatanganan kesepakatan/MoU antara pemerintah Provinsi NTB (Gubernur) dengan pemerintah Kota Mataram (Walikota) dan perjanjian kerjasama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi dengan Dinas Perindag Kota Mataram dan SMK Negeri 5 Mataram.

Setelah itu muncul beberapa IKM/Pengrajin Batik di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Kota Bima Dompu sampai pada tahun 2013 sudah berkembang menjadi 13 IKM/Pengrajin Batik di Provinsi NTB, dengan kurang lebih 425 Motif.

Dinas Perindag Provinsi NTB sebagai SKPD yang menangani industri sudah banyak upaya-upaya yang dilakukan antara lain pelatihan membatik, pelatihan desain, magang ke provinsi Jawa Tengah, Jogja dll dalam rangka peningkatan kualitas produksi, melakukan pameran sebagai ajang promosi batik sasambo keluar NTB melalui dana APBD dan APBN.

Disamping melakukan pelatihan untuk produksi, Dinas Perindag juga membuat regulasi/kebijakan melalui surat edaran Gubernur, Sekda yang dikirim ke semua Bupati/Walikota se-NTB, SKPD lingkup Provinsi, instansi vertikal Provinsi, BUMN, BUMD, Hotel dan Pihak Swasta agar menggunakan Batik Sasambo dan itu sudah direspon.

Dinas Perindag juga terus berupaya melakukan lobi-lobi/koordinasi dengan Kementerian Perindustrian, pihak swasta dalam rangka pengembangan IKM/Pengrajin Batik di Provinsi NTB antara lain:

Pada tahun 2011 dan 2012 Ditjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian memberikan bantuan peralatan/mesin, pelatihan dan magang ke pulau Jawa kurang lebih Rp. 700.000.000,-
Pada tahun 2011 beberapa IKM/Pengraji n Batik mendapatkan dukungan dana dari PT. Newmonth untuk infrastruktur (tempat kerja) kurang lebih Rp. 400.000.000,-
Pada tahun 2013 Ditjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian memberikan bantuan peralatan/mesin, pelatihan pembuat cap dan pelatihan desain motif kurang lebih Rp. 450.000.000,-
Masalahharga Batik Sasambo memang belum bisa bersaing dengan Batik luar terutama dari Pulau Jawa, namun harapankami kedepan Batik Sasambo mampu bersaing dengan Provinsi lainnya da n lebih berkembang.

Sumber: disperindag

Kamis, 01 Desember 2016

Tembe Nggoli


Tembe Nggoli adalah sarung tenun tangan khas Bima, dibuat dari benang kapas (katun), dengan warna-warni yang cerah dan bermotif khas sarung tenun tangan. Keistimewaanya Tembe Nggoli antara lain, hangat, halus dan lembut,tidak mudah kusut, warna cemerlang lebih lama Saat ini.

Tembe Nggoli sudah diproduksi dalam berbagai macam corak dan motif. Ada yang ‘biasa’ (untuk dipakai sehari-hari), dan ada pula yang istimewa yang hanya dipakai pada acara-acara resmi.

Bagi orang Bima, memakai sarung lazim dilakukan baik oleh kaum pria maupun wanita. Wanita Bima memakai sarung sebagai ‘bawahan’, bahkan masih ada yang menggunakan dua buah sarung, yang disebut “rimpu”. Rimpu adalah cara wanita Bima menutup aurat bagian atas dengan sarung sehingga hanya kelihatan mata atau wajahnya saja. Rimpu yang hanya kelihatan mata disebut “rimpu mpida”.

Cara memakai sarung antara pria dan wanita berbeda. Bagi kaum pria, sarung dipakai seperti layaknya kaum pria di Indonesia lainnya, yaitu digulung ketat pada perut/pinggang, yang disebut “katente”.

Bagi kaum wanita, sarung tidak digulung melainkan dilipat dan diselipkan (dijepit agar tidak terlepas), yang disebut “sanggentu”. Selain itu perbedaan juga terletak pada posisi “bali” (yaitu bagian sarung yang diberi warna/motif berbeda, biasanya ditaruh pada bagian belakang ketika dipakai). Bagi kaum pria, ‘bali’ diletakkan agak ke kanan, sedangkan bagi kaum wanita ‘bali’ diletakkan agak ke kiri. Pemahaman tentang letak ‘bali’ ini menunjukkan tingkat pengetahuan pemakai sarung, atau menunjukkan ketelitiannya dalam berpakaian.

Masyarakat Bima juga menggunakan sarung sebagai selimut ketika tidur. Masyarakat yang tradisional bahkan tidak pernah atau tidak suka menggunakan selimut yang biasa, tetapi lebih nyaman menggunakan sarungnya yang hangat.

Gadis Cantik ini sedang memperagakan bagaimana cara menenun kain khas Bima yang lebih dikenal dengan nama "Tembe Nggoli" dan lebih terkenal lagi jika tembe nggoli ini dipake oleh ibu-ibu atau gadis dalam berbagai acara; istilah orang sana "Rimpu" apa itu rimpu dan seperti apa penampilannya? ikuti tautan berikut ini.

Sumber: mbojodompu-community.blogspot.co.id